PSI Bakal Polisikan Pelaku Pencopotan Bendera di Manado

jpnn.com - DPW PSI Sulawesi Utara berencana melaporkan pencopotan alat peraga mereka di Manado kepada polisi. Pasalnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran UU Pemilu.
"Apalagi pelanggaran tersebut diduga dimotori oleh oknum ASN dengan jabatan Camat di Pemkot Manado," kata Ketua DPW PSI Sulut Melky J Pangemanan dalam keterangan persnya, Selasa (26/3).
Melky menjelaskan, bendera PSI di sejumlah wilayah dicopot dan dirusak. Bendera-bendera itu lalu digantikan dengan milik partai lain.
Meski kesal dengan ulah pesaing itu, Melky mengimbau semua kader PSI untuk tidak terprovokasi. "Kami akan tempuh sesuai prosedur hukum. Laporkan ke Bawaslu dan pihak kepolisian," tegas dia.
Pencopotan dan perusakan bendera tersebut, lanjut dia, tidak akan mematahkan semangat PSI. "Kehadiran ketua umum kami, Grace Natalie dalam kampanye di Tanah Toar Lumimuut, akan semakin membangkitkan semangat kami untuk terus berjuang melawan korupsi, intoleransi dan ketidakadilan dinegeri ini," pungkas Melky. (dil/jpnn)
DPW PSI Sulawesi Utara berencana melaporkan pencopotan alat peraga mereka di Manado kepada polisi.
Redaktur & Reporter : Adil
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Menakar Potensi Kolaborasi Politik Jokowi dan PSI Menuju 2029
- Mudik Gratis, PSI Berangkatkan Ratusan Pemudik Naik Bus dan Kereta
- Bela Jokowi, Jubir PSI Sebut PDIP Gunakan Provokasi dan Fitnah untuk Meraup Simpati