PSI Buka Kelas Solidaritas untuk Make Up dan Tutorial Hijab

jpnn.com, SURABAYA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus melakukan perang terhadap hoaks sekaligus mengadakan kelas solidaritas. Kali ini, PSI akan menggelar Solidarity Tour II di Jawa Timur.
Ketua Panitia Solidarity Tour PSI Sumardy mengatakan, acara ini adalah kegiatan politik partai dengan langsung turun ke lapangan. Salah satu agendanya adalah menangkal hoaks yang diarahkan pada Joko Widodo.
Nantinya, kata ketua DPP PSI ini, rombongan akan blusukan, berdialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta komunitas setempat, untuk menyerap aspirasi.
“Kami akan blusukan ke pasar, bertemu tokoh-tokoh agama, dan komunitas. Kami akan mendengar masukan-masukan dari mereka agar PSI ke depannya lebih baik,” terang Sumardy dalam keterangan yang diterima, Sabtu (26/1).
Solidarity Tour Jawa Timur diselenggarakan dari 26 Januari sampai 1 Februari 2019 dan mengunjungi enam kota. Yaitu Lamongan, Madiun, Malang, Jember, Sidoarjo, dan Pamekasan. Rombongan PSI akan menyambangi kota-kota itu dengan sebuah bus yang telah didesain secara khusus.
Selain menjalankan agenda politik, PSI juga mengadakan Kelas Solidaritas, yaitu kelas-kelas pelatihan untuk kelompok milenial. Sumardy menekankan, Kelas Solidaritas ini adalah bukti nyata keberpihakan PSI terhadap kepentingan anak muda.
“Di Jawa Timur akan ada tiga kelas. Ada digital marketing and start-up, tutorial make up, dan tutorial hijab. Kami ingin membantu milenial agar mampu mengoptimalkan potensi mereka,” tegasnya. (tan/jpnn)
Kelas Solidaritas dibuka di berbagai wilayah ini adalah bukti nyata keberpihakan PSI terhadap kepentingan anak muda.
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Menakar Potensi Kolaborasi Politik Jokowi dan PSI Menuju 2029
- Mudik Gratis, PSI Berangkatkan Ratusan Pemudik Naik Bus dan Kereta
- Bela Jokowi, Jubir PSI Sebut PDIP Gunakan Provokasi dan Fitnah untuk Meraup Simpati