PSI Senang Edy Rahmayadi Tak Pimpin PSSI Lagi

Dia menjelaskan, budaya tanding tidak mungkin tumbuh di tengah budaya korupsi, budaya fitnah, dan budaya pesimistis yang ditunjukkan para elite politik. "Atlet kita kehilangan budaya tanding karena tidak menemukan pijakan kuat mengapa mereka harus menang untuk Indonesia?" tuturnya.
Dalam debat Capres, tambah dia lagi, jelas sekali perilaku permisif terhadap korupsi dipertontonkan oleh Prabowo Subianto sebagai kandidat presiden RI. Belum lagi penggunaan kebohongan dalam kampanye pasangan Prabowo-Sandi.
"Jadi jangan pernah bermimpi prestasi apa pun dari olaharaga jika elite masih mempertontonkan budaya koruptif dan narasi kebohongan. Karena sekali lagi persoalan utama sepakbola Indonesia adalah hilangnya budaya tanding akibat korupsi dan narasi kebohongan yang secara vulgar dipertontonkan," pungkas dia. (dil/jpnn)
Keputusan Edy Rahmayadi mundur dari jabatan ketua umum PSSI disambut gembira PSI
Redaktur & Reporter : Adil
- PSSI Identifikasi Pria yang Merebut Jersei Marselino dari Anak Kecil, Hukuman Berat Menanti
- PSSI Berikan Sanksi Keras Terhadap Oknum Suporter Timnas Indonesia yang Merokok di SUGBK
- Erick Thohir Bersama Legenda Belanda Mulai Membicarakan Program Pembinaan Pemain
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik