PSMS Tumbang di Pangkalpinang, 757 Kepri Jaya Dekati Zona Degradasi

Kemenangan yang ditargetkan anak asuhan Jaino Matos melawan Persiraja tampaknya tidak didukung data dan rekor statistik yang ada.
Hal ini dikarenakan rekor kandang sempurna Persiraja bila bermain dihadapan pendukungnya sendiri. Hasil imbang 2-2 melawan PSPS Pekanbaru, Sabtu (12/8) lalu menjadi satu-satunya hasil imbang.
Selebihnya, tim tamu tak mampu mencuri satu poin di Stadion Harapan Bangsa. Bahkan PSMS Medan takluk 2-0 dari Persiraja.
"Kita tidak ingin memikirkan hasil pertandingan tim lain. Kita harus fokus kepada tim sendiri dan mempersiapkan diri sebaik mungkin jelang lawan Persiraja mendatang," ujar pelatih 757 Kepri Jaya, Jaino Matos kepada Batam Pos (Jawa Pos Group), Senin (21/8).
Persiapan latihan yang dilakoni Gerald Pangkali dan kawan-kawan jelang lawatannya ke Aceh berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apapun.
"Waktu persiapan latihan yang panjang ini kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan para pemain tetap maksimal dalam sesi latihan," sebut Jaino.
Pelatih berpaspor Brasil ini tidak terlalu mengkhawatirkan segi permainan dan formasi yang bakal diterapkannya saat berhadapan melawan Persiraja. Namun, ia lebih mengkhawatirkan kualitas dan kinerja wasit yang akan memimpin pertandingan.
"Biasanya tim tuan rumah selalu diuntungkan wasit. Itu sudah jadi ciri khas sepakbola Indonesia selama ini. Tuan rumah tentunya bakal memakai segala cara untuk menang karena ini merupakan pertandingan terakhir meraka dan mereka masih berpeluang lolos ke babak 16 besar," ungkap Jaino.
Harapan 757 Kepri Jaya agar PSMS Medan bisa mengalahkan tuan rumah PS Timah Babel tidak terkabul.
- Gemerlap Danantara
- Kementrans Siapkan Barelang Jadi Pilot Project Kawasan Transmigrasi Terintegrasi
- DPR Bentuk Panja Usut Mafia Lahan di Batam, Pengamat: Panggil Menteri ATR/BPN
- Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap II Batam, 322 Pelamar tak Lulus
- Ingin Jadikan Batam Pusat Investasi, Komisi VI DPR Bentuk Panja
- Balap Liar Kian Meresahkan, Polda Kepri Bertindak