PSSI Abaikan Larangan FIFA
Kamis, 10 Maret 2011 – 05:15 WIB
"Kalau Pak JK mau, itu bagus. Dia kan mantan Wapres. Apa dia mau menjadi Ketum PSSI? Kita lihat visi dan misi ke depannya. Tapi, kita lihat dahulu instruksi surat FIFA seperti apa. Kalau tidak ada pilihan, kita pilih calon alternatif," ungkap Ketua Pengprov PSSI Jawa Barat Toni Aprilani.
Selain JK, calon alternatif yang dimunculkan adalah mantan Manajer Persija Jakarta dan PSM Makasar Diza Rasyid Ali, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, dan mantan Ketum PSSI Agum Gumelar. "Saya sedang bertemu dengan sesepuh klub. Saya tidak bisa mengatakan siapa pendukung saya, itu rahasia. Kalau ada calon alternatif lain, saya siap," ungkap Diza.
Sementara itu, munculnya Forum Pemilik Suara PSSI (FPSP) yang dideklarasikan tujuh pemilik suara pada Senin lalu (7/3) memantik konflik baru. Kemarin beberapa pemilik suara menegaskan bahwa FPSP adalah sebuah kebohongan. Presiden Bontang FC Udin Mulyono kepada media bahkan siap melakukan tuntutan hukum atas orang-orang yang melakukan kebohongan itu.
"Kami adalah pemilik suara yang sah. Kami merasa hak dan wewenang kami telah dimanipulasi secara tidak sah. Kami sangat kecewa dan keberatan dengan perilaku tersebut," jelasnya. Udin menegaskan, hingga kini pihaknya tetap mendukung pencalonan duet George Toisutta-Arifin Panigoro sebagai Ketum dan Waketum PSSI periode 2011-2015. (ali/dra/c4/iro)
JAKARTA - Nurdin Halid dkk terus mencari celah untuk berkelit lagi. Pernyataan Presiden FIFA Sepp Blatter bahwa eks narapidana tidak boleh maju dalam
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Thom Haye tak Sabar Bertemu Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, Singgung Nostalgia
- Anthony Sinisuka Ginting Absen di Indonesia Masters 2025, Alasannya Bikin Ngilu
- Indonesia Masters 2025: Tarian Terakhir The Daddies Akan Spesial
- Bali United Membantai 10 Pemain Semen Padang
- Tim SUP Berjaya di Pattaya, Akmal Yakin Indonesia Mampu Bersaing di Level Global
- Mason Greenwood Top Skor Sementara Liga Prancis