PSSI dan Korporatisme Negara
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Sumber penyakit menahun yang merusak PSSI adalah terjadinya konflik kepentingan antara pengurus PSSI dan para pemilik dan pengelola klub.
Selama ini PSSI tidak bisa tegas terhadap konflik kepentingan ini.
Sebagian besar anggota komite eksekutif—kalau tidak semuanya—punya kepentingan pribadi terhadap klub yang berkompetisi di lingkungan PSSI.
Sebagian anggota komite eksekutif di kabinet Erick sekarang ini adalah pemilik klub.
Dari daftar anggota exco yang terpilih, bisa disimpulkan bahwa Erick tidak bisa lepas dari jaringan lama.
Separuh dari anggota exco adalah stok lama.
Salah satu rekomendasi dari tim independen yang dibentuk menyusul tragedi Kanjuruhan adalah agar ketua PSSI dan semua anggota exco mengundurkan diri.
Akan tetapi, dalam praktiknya, hanya Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Wakil Ketua Iwan Budianto yang mundur.
Erick Thohir punya pengalaman mengelola organisasi sepak bola profesional. Kalau sukses dengan PSSI, maka dia punya modal tambahan maju Pilpres 2024.
- Bukan 2 Dekade, Hanya Butuh 2 Era Ketum PSSI Indonesia Bisa Tembus Ranking 123 FIFA
- Doa Ketum PSSI Mengiringi Perjuangan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 2025
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- Erick Thohir Bersama Legenda Belanda Mulai Membicarakan Program Pembinaan Pemain