PT Arion Minta Kanwil DJP Jatim III Buktikan Hasil LHP

Mereka juga meminta keberadaan sosok Hartini Sulistyaningsih, anggota tim pemeriksa yang dianggap penting untuk memberikan klarifikasi atas sengketa yang terjadi. Namun, permintaan tersebut belum dipenuhi dengan alasan bahwa Hartini sedang melakukan salat zuhur.
Selain itu, PT Arion Indonesia juga menyoroti beberapa kesalahan dalam dokumen SPHP dan undangan Pembahasan Akhir yang dianggap melanggar prosedur dan peraturan yang berlaku. Setidaknya ada 15 berkas perkara gugatan yang diajukan.
"Kami berharap bisa segera melakukan pembuktian dengan menghadirkan keterangan ahli. Di mana, dari pelanggaran sekian banyak apakah bisa membatalkan SKP,” kata Rinto Setiyawan, perwakilan PT Arion Indonesia.
Sidang gugatan ini menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya keberadaan keadilan dalam sistem perpajakan.
"Kami mencari keadilan atas nama Tuhan Yang Maha Esa, jika pengadilan ini dibuat tipu-tipu lantas masyarakat mau mencari keadilan kemana lagi?,” tegas Rinto dalam sidang.
Sementara itu, Pihak Kanwil DJP Jawa Timur III mengaku bahwa mereka tidak memiliki bukti resi pengiriman dokumen, dengan alasan pengiriman dilakukan oleh seorang cleaning service untuk mempercepat pengiriman kepada Wajib Pajak.
Hingga kini, belum ada sanggahan atau pengakuan dari Pihak Kanwil DJP Jatim III atas berkas gugatan lainnya. (jlo/jpnn)
PT Arion Indonesi meminta Kanwil DJP Jatim III buktikan hasil LHP dan keterlambatan undangan.
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh
- Sri Mulyani Laporkan Defisit APBN Februari, Jangan Kaget ya!
- KPK Ungkap Aliran Uang Direktur Summarecon ke Pejabat Pajak soal Gratifikasi Rp21,5 M
- YouTuber Ridwan Hanif Bagikan Pengalamannya Gunakan CPD Carnet saat Touring 3 Negara
- Usut Kasus Pajak, KPK Panggil Bos PT Wildan Saskia Valasindo dan Bahari Buana
- Usut Kasus Gratifikasi, KPK Periksa Pemeriksa Pajak di Kemenkeu
- Usut Gratifikasi ke Pejabat Pajak, KPK Periksa Bos Bharata Millenium Pratama hingga BPR Olympindo