PT Nagano Tutup, Nasib Puluhan Karyawan Belum Jelas

“Harusnya kan terima bulan ini. Untuk melunasi gaji karyawan perlu biaya Rp292 juta,” sebut dia.
Pria yang pernah mengepalai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam tersebut mengungkapkan, berdasarkan informasi dari bagian kepegawaian perusahaan, selama ini gaji karyawan dibayar bersumber dari perusahaan yang ada di Jepang.
“Seperti subsidi begitu. Karena produksi di sini juga tak terlalu banyak,” ujarnya.
Dia menjelaskan perusahaan yang memproduksi hasil seperti tinta printer ini masih menunggu kepastian dari induk perusahaan yang ada di Jepang.
Pihaknya sudah menggelar rapat bersama karyawan dan serikat pekerja untuk mencari solusi terkait nasib 52 karyawan ini yang terdiri dari 13 kontrak dan 39 permanen.
“Karyawan tidak tahu apa ini perusahan sudah berhenti beroperasi atau seperti apa. Tak jelas statusnya. Hasil rapat kami juga akan minta bantuan pemerintah yang ada di Jepang untuk mencari kejelasan,” beber Rudi.
Dia berharap dalam waktu dekat ini ada kejelasan terkait nasib puluhan karyawan PT Nagano ini. “Sabtu lalu kami saya sudah menemui mereka. Semoga secepatnya ada solusi,” tuturnya.(une/das)
PT Nagano Drilube Indonesia di Batamindo Industrial Park, Batam, Kepulauan Riau, resmi menutup operasinya, Selasa (11/9) lalu.
Redaktur & Reporter : Budi
- Bea Cukai Berikan Fasilitas Kawasan Berikat untuk Produsen Tas Jinjing di Jepara
- ISACA Indonesia Lantik Kepengurusan, Harun Al Rasyid Pertegas Soal Peningkatan IT GRC
- Hadir di Indonesia, Adecco Siap Bawa Standar Global untuk Ketenagakerjaan
- Presiden Prabowo Minta Deregulasi Genjot Daya Saing dan Investasi Industri Padat Karya
- Great Eastern Life Indonesia-OCBC Luncurkan GREAT Legacy Assurance, Ini Keuntungan & Manfaatnya
- BPKH Limited Luncurkan 60 Unit Bus Baru untuk Layanan Jemaah Haji dan Umrah