PTPN Kesulitan Cari Bibit Sapi Lokal

Hanya Capai 20 Persen dari Target

PTPN Kesulitan Cari Bibit Sapi Lokal
PTPN Kesulitan Cari Bibit Sapi Lokal
JAKARTA- Hasil survey yang dilakukan Deputi Bidang Industri Primer Kementerian BUMN, Zamkani melansir tingkat kebutuhan daging sapi di Indonesia sebenarnya bisa ditutupi dari sapi lokal yang ada di Indonesia tanpa harus melakukan impor.

Namun sayangnya hal itu masih berbeda dengan kenyataan, hasil survey tersebut tidak bisa dipakai karena masih terganjal faktor kebiasaan 'lain' para peternak daging sapi di Indonesia. Kebiasaan yang ditemukan Kementerian BUMN adalah kebiasaan peternak yang menjual sapi ketika hanya ada kebutuhan yang mendesak dalam keluarganya, hal itu yang menyebabkan daging sapi menjadi langka.

"Barusan kita sensus sapi, bulan September 2012 disimpulkan jumlah sapi lokal memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri. Kita masih impor karena sebagian peternak sapi, biasanya baru menjual sapinya jika ada kebutuhan mendesak. Misalnya, bayar sekolah atau kawinan anaknya. Jadi kalau enggak ada alasan itu, mereka enggak jual sapinya," papar Zamkani di Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/1).

Zamkani juga mengakui PTPN masih kesulitan dalam mendapatkan bibit sapi atau anak sapi yang akan digemukkan. Hal ini terlihat dari pencapaian target penggemukan sapi yang tidak tercapai pada tahun 2012 lalu. Pada tahun 2012, Kementerian BUMN menargetkan akan menggemukkan 100 ribu sapi, namun pencapaiannya hanya 20 persen dari target tersebut.

JAKARTA- Hasil survey yang dilakukan Deputi Bidang Industri Primer Kementerian BUMN, Zamkani melansir tingkat kebutuhan daging sapi di Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News