Puan Maharani: New Normal Bukan Memilih Antara Kesehatan atau Ekonomi

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa kebijakan New Normal (kenormalan baru) yang diambil pemerintah, harus memuat aturan setiap sektor dan skenario, agar bisa secara bersamaan menjaga kesehatan rakyat sekaligus memutar kembali roda ekonomi Indonesia.
"Ini penting karena New Normal yang diperlukan Indonesia bukan yang memilih antara ekonomi dan kesehatan, tetapi bagaimana keduanya bisa berjalan bersamaan," ujar Mbak Puan.
Salah satu yang harus diperhatikan adalah kegiatan sosial dan ekonomi di pasar-pasar tradisional.
"Sudah ada laporan bahwa beberapa pedagang di pasar tradisional ada yang terinfeksi virus corona. Bila tidak ada penanganan yang tepat maka pasar tradisional bisa menjadi sumber penularan," kata Mbak Puan.
Menurut Puan, denyut nadi ekonomi daerah itu bisa dirasakan di pasar, yang juga menjadi salah satu tempat utama terjadinya interaksi sosial masyarakat sebuah daerah.
"Perhatian pemerintah terhadap penetapan dan penerapan protokol New Normal di pasar tradisional sangat dibutuhkan karena pasar tradisional adalah penggerak sektor riil ekonomi rakyat," tuturnya.
Mbak Puan menekankan, sosialisasi protokol New Normal agar dilakukan dengan jelas agar dipahami semua kalangan.
"Selain protokol New Normal yang sangat rinci, diperlukan juga mekanisme monitoring dan evaluasi yang ketat. Terlebih tanggal 9 Juni 2020 kemarin kami mendapat laporan data Gugus Tugas Covid-19 yang menyatakan ada penambahan 1.034 kasus positif corona," katanya.
Ketua DPR RI meminta sosialisasi protokol New Normal dilakukan dengan jelas agar dipahami semua kalangan
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Ini Pesan Megawati untuk Prabowo Lewat Didit
- Hadiri Open House di Rumah Ketua MPR, Puan Ungkap Pembicaraan Politik
- Megawati Soekarnoputri Titip Salam ke Prabowo Lewat Didit
- Potensi Cuaca Ekstrem Saat Arus Mudik 2025, Puan Beri Imbauan
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025