Pulang dari Luar Negeri, KSAL Yudo Tancap Gas, Pejabat TNI AL Dikumpulkan, Pakai Frasa Tidak Ada Ampun

“Tidak ada ampun terhadap personel yang terlibat kasus hukum ini,” tegas Yudo.
Yudo juga menekankan kepada para Komandan KRI harus berani bertindak, melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal yang berpotensi melakukan pelanggaran hukum dan wilayah.
“Tidak ada komandan kapal yang ragu untuk bertindak. Periksa semua yang mencurigakan,” tegas Yudo.
Yudo juga meminta tim intelijen harus meningkatkan pengawasan di daerah rawan dan strategis.
Masalah anggaran juga mendapat perhatian khusus dari Laksamana terutama dalam meningkatkan sistem pengawasan.
Dia mengingatkan tidak harus mengikuti jadwal, harus reaktif jika memang ada indikasi yang menyimpang segera laksanakan audit.
“Para PPK harus bertanggung jawab terhadap anggaran yang diterimakan. Tidak ada toleransi terhadap penyimpangan penggunaan anggaran,” tegas Yudo.
Dalam pemenuhan personel yang akan dididik di Satuan Pendidikan TNI AL 1, 2, dan 3, KSAL memerintahkan agar memaksimalkan pemenuhan kebutuhan personel yang akan didinaskan di Posal-Posal, Lantamal dan Lanal dengan mengutamakan menjaring calon dari putra daerah.
KSAL Laksamana Yudo tancap gas mengumpulkan para pejabat utama TNI AL dan staf lainnya setelah lawatan ke AS dan Korea Selatan, pakai frasa tidak ada ampun.
- Unsur TNI AL Selamatkan Kapal MV Serenity-09 yang Mengalami Kerusakan Mesin di Samudra Pasifik
- TNI AL Siapkan Pasukan dan Alutsista untuk Operasi Kemanusiaan Korban Gempa Bumi di Myanmar
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Keluarga Juwita yang Tewas Diduga Dibunuh Oknum TNI AL Kecewa
- Info Terbaru soal Oknum TNI AL Diduga Membunuh Juwita Jurnalis di Banjarbaru
- BAZNAS dan TNI AL Berangkatkan Pemudik Gratis dengan KRI Banjarmasin 592