Puluhan Perempuan Rohingya Diperkosa dengan Brutal

Sebagian besar korban memiliki luka bekas dipukuli. Secara keseluruhan, korban kekerasan yang mendapatkan perawatan sejak Agustus mencapai 350 orang.
Itu termasuk pemerkosaan, percobaan pemerkosaan, dan penganiayaan.
Para dokter mengungkapkan, para korban pemerkosaan mengaku pelakunya adalah milter Myanmar.
Sebab, saat kejadian, para pelaku memakai seragam militer.
Mungkin karena begitu tidak manusiawinya serangan kepada para perempuan Rohingya tersebut, dokter-dokter yang menjadi relawan itu akhirnya buka suara.
Selama ini sangat jarang dokter dari organisasi yang dinaungi PBB menuding pasukan militer suatu negara telah melakukan pemerkosaan.
Karena masalah ini begitu sensitif, mereka akhirnya memilih tutup mulut.
"Para korban tidak ingin mengungkapkan insiden itu bahkan dengan keluarga mereka sendiri," terang Nourin.
Bagi penduduk Rohingya yang konservatif, kasus pemerkosaan itu akan dianggap sebagai aib. Stigma negatif akan diarahkan kepada korban.
(Reuters/Independent/SMH/sha/c21/any/jpnn)
Kasus pemerkosaan terhadap perempuan Rohingya kali ini lebih brutal
Redaktur & Reporter : Natalia
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos