Puluhan Satpam Dipecat, Mahasiswa Ngamuk
Selasa, 25 Desember 2012 – 02:29 WIB
BEKASI TIMUR – Tidak terima dengan keputusan rektorat yang memecat puluhan satpam kampus, mahasiswa Unisma yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unisma Bekasi (Amuk), kemarin berdemo di depan kampus. Menanggapi tuntutan tersebut, perwakilan rektorat Resa Reslan menyatakan tidak akan mencabut keputusan pemecatan sejumlah satpam yang sudah ditandatangani pihak rektorat. Alasannya, penggunaan tenaga kerja semacam satpam dan sejenisnya masuk dalam kategori outsourcing.
Mereka menggelar aksi di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, tepat di depan kampus sejak pukul 10.00. Dalam aksinya mereka juga menyantroni kantor rektorat dan men-sweeping ruang perkuliahan. Kepada rektorat mereka mempertanyakan keputusan pemecatan itu.
’’Kalau dilihat dari usia, mereka belum masuk usia pensiun. Tapi kenapa rektorat mempensiunkan dini mereka. Ada lebih 20 satpam yang dipecat tapi dibawah umur 55,’’ ungkap Didi Mulyawan, salah satu orator dalam aksi kemarin. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para satpam itu akan berlaku per 1 Januari 2013 nanti. Karena itu, dia mendesak rektorat membatalkan pemecatan tersebut.
Baca Juga:
BEKASI TIMUR – Tidak terima dengan keputusan rektorat yang memecat puluhan satpam kampus, mahasiswa Unisma yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa
BERITA TERKAIT
- Gerakan Guna Ulang Jakarta, Edukasi Mengurangi Pemakaian Plastik Sekali Pakai
- Fasilitas Makin Lengkap, Triboon Hub Tambah 2 Resto Baru di Jakarta
- Durasi Pemadaman Lampu Program Earth Hour Terlalu Singkat
- Di Tengah Sosialisasi Tupoksi kepada Warga, MKD DPR RI Singgung Pelat Nomor Khusus
- Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Warga Bekasi Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang
- Anies Bangun Kampung Gembira Gembrong dengan Dana Rp 7,8 Miliar dari Infak Salat Id di JIS