Puluhan TKI Ilegal dari Malaysia Diamankan dari Perairan Tanjungbalai

jpnn.com, TANJUNGBALAI - Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Asahan (TBA) Lantamal I dan Satpolair Polres Tanjungbalai, mengamankan 30 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia. Para TKI tersebut sedang menunggu jemputan, Senin (4/5) malam.
Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Danlantamal I) Laksma TNI Abdul Rasyid mengungkapkan, dengan tambahan kasus ini, pihaknya telah berhasil lakukan 14 kali pengamanan kedatangan dari luar negeri secara ilegal melalui jalur laut.
“Selama jajaran Lantamal I Koarmada I sudah 14 kali pengamanan dengan 526 orang TKI ilegal yang diamankan,” ungkap Abdul Rasyid dalam siaran pers tertulis, Selasa (5/5).
Dia mengatakan, dengan gelombang TKI yang datang belakangan ini menggunakan kapal-kapal kecil, hal yang tak mudah dilakukan pengamanan tanpa adanya peran aktif masyarakat.
Apalagi, kata dia, dengan kondisi saat ini, pengamanan tak hanya fokus pada penyelundupan narkoba, namun juga kondisi kesehatan para TKI juga menjadi fokus.
“Prosedur Tetap (Protap) dalam penanganan TKI Ilegal pada masa pandemi Covid-19 akan selalu kami terapkan guna menjaga kemungkinan penyebaran yang memungkinkan melewati TKI yang baru kembali dari negeri tetangga,” tandasnya.
Komandan Lanal Tanjungbalai Asahan Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin menambahkan, pengamanan para TKI ilegal itu berawal dari patroli yang dilakukan oleh personel Lanal TBA, yang mendapatkan informasi masyarakat adanya kapal mencurigakan masuk ke arah sungai Tembilik Kab Asahan.
Berbekal informasi tersebut, tim F1QR Lanal TBA menindaklanjuti laporan dan berhasil menemukan sekelompok orang yang diduga TKI ilegal berada di tangkahan kosong.
Tim Fleet One Quick Response Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Asahan Lantamal I mengamankan 30 TKI ilegal dari Malaysia.
- Respons KSAL soal Kasus Oknum TNI AL Diduga Bunuh Juwita
- Sosok Juwita, Jurnalis Korban Pembunuhan Anggota TNI AL
- Laksdya TNI Erwin S Aldedharma Berpeluang Jadi Panglima TNI
- Jurnalis Bernama Juwita Dibunuh, Pelakunya Anggota TNI AL
- Anak Bos Rental Mobil: Kami Belum Bisa Memaafkan Para Pelaku Penembakan
- TNI AL dan Tim SAR Gabungan Mengevakuasi Mayat Terapung di Perairan Pulau Cempedak Kalbar