Puncak HPS di Masa Pandemi, Mentan SYL Sampaikan Kabar Menggembirakan

Oleh karena itu, Indonesia perlu mengantisipasi tantangan yang ada dengan berbagai program, inovasi dan reseach serta teknologi sehingga sektor pertanian terus eksis dan terus menjawab tantangan pangan.
"Antisipasi harus kita lakukan sedini mungkin. Hadirkan pertanian dalam pikiran dalam hidup kita. Pertanian itu lapangan kerja. Kita tanamkan untuk generasi muda bahwa bertani itu hebat, menjadi petani itu pasti keren," tuturnya.
Puncak peringatan HPS ke-41 ini dirayakan serentak secara virtual di berbagai provinsi dan kabupaten dengan melakukan panen serentak.
Usai melakukan panen, Mentan SYL juga menyaksikan olah tanah menggunakan alat mesin pertanian.
Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih menyambut baik dan turut berbahagia atas terlaksananya dengan acara peringatan puncak HPS tingkat nasional yang dipusatkan di daerahnya.
Hadir secara langsung di acara tersebut, di antaranya Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi bin Yahya, Wakil Komisi IV DPR Dedi Mulyadi, Kepala Perwakilan IFAD untuk Indonesia Ivan Cossio Cortez, Asisten Kepala Perwakilan FAO di Indonesia Ageng Heriyanto.
"Hari ini kami sangat bersyukur bisa memperingati Hari Pangan Sedunia dengan tema pertanian meningkat, pangan aman, di tengah pandemi krisis global. Ini menjadi salah satu bukti bahwa produksi pangan kita khususnya beras masih mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional," kata Wabup Cirebon. (mrk/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan sektor pertanian menunjukkan kinerja yang menggembirakan.
Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi
- Hadapi Puncak Panen, Bulog Jatim Optimalisasi Sarana Pengeringan dan Pengolahan
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Altair Dialogue Resmi Berdiri, Targetkan Jadi Rumah bagi Ribuan Streamer
- MPKI: Kepala Daerah Bertanggung Jawab Melindungi Ekosistem Pertembakauan Nasional
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- Bulog Karawang Tetap Serap Gabah Petani Meski Realisasi Telah Mencapai 136%