Punya Pendapatan Lain, Pemegang Lisensi Sevel Enggan Delisting

Tito kini menunggu surat pernyataan resmi dari MDRN soal penutupan gerai 7-Eleven.
Setelah membaca itu, pihaknya akan memanggil manajemen MDRN untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
MDRN tidak wajib melakukan public expose terkait penutupan 7-Eleven.
Namun, jika manajemen MDRN memenuhi panggilan BEI untuk memberikan penjelasan lebih lanjut akan hal itu, Tito akan mengimbau perseroan mau memberikan penjelasan kepada publik.
Harga saham kini berada di level terendah, yakni Rp 50 atau biasa disebut saham gocap.
Padahal, saham MDRN pernah dihargai Rp 13.700 pada November 1995. MDRN pernah melakukan pemecahan nilai saham (stock split).
Sejak 2015 atau sejak gerai 7-Eleven satu per satu mulai ditutup, saham MDRN mulai anjlok di level Rp 180.
Lembaga pemeringkat Fitch menilai, model bisnis yang tidak tepat menjadi penyebab 7-Eleven kalah bersaing dengan ritel lain.
PT Modern Internasional Tbk (MDRN) enggan keluar dari lantai bursa.
- CBD PIK2 Buyback Saham Rp 1 Triliun, Laba Melejit Hampir 60%
- Fore Coffee Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia, Cek Jadwalnya
- IHSG Anjlok, Anggota Komisi XI Minta Investor Tenang, Jangan Emosi Sesaat
- ETF XIPB, Inovasi Investasi Saham Perbankan di Pasar Modal
- Bank Mandiri Aktif dalam Perdagangan Karbon Internasional, Dukung Bebas Emisi 2060
- Awal 2025, BFI Finance Bakal Lunasi Obligasi Rp 227 Miliar