PWI Pusat

Oleh: Dahlan Iskan

PWI Pusat
Dahlan Iskan. Foto/ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Saya sedih melihat apa yang terjadi di PWI Pusat --Persatuan Wartawan Indonesia --sekarang ini.

Lebih sedih lagi karena saya tidak bisa menulis secara objektif. Semua yang bersilang sengkarut di situ adalah teman sendiri. Baik mereka yang di atas panggung maupun yang di balik layar.

Dewan Kehormatan PWI memecat Ketua Umum PWI Hendry Ch Bangun, bahkan sekjen PWI dipecat sampai ke keanggotaan PWI-nya. Akan tetapi yang dipecat itu melawan.

Baca Juga:

Sekjen yang ikut menandatangani surat pemecatan itu sudah dipecat oleh ketua umum PWI pusat. Maka Hendry tetap merasa sebagai ketua umum.

Hendry juga tetap masuk kantor di lantai atas Gedung Dewan Pers Jalan Kebun Sirih Jakarta Pusat.

"Ini saya baru pulang dari rapat PWI di kantor," ujarnya saat saya telepon kemarin petang.

Baca Juga:

Saya sendiri resminya masih anggota Dewan Penasihat PWI Pusat, tetapi tidak pernah aktif. Sudah lama saya merasa tidak harus menasihati para pengurus.

Saya sudah terlalu jauh meninggalkan dunia organisasi wartawan --sejak jadi dirut sebuah koran di Surabaya dulu. Saya lebih merasa sebagai juragannya para wartawan daripada sebagai wartawan.

Saya sedih melihat yang terjadi di PWI Pusat --Persatuan Wartawan Indonesia --sekarang ini. Lebih sedih lagi karena saya tidak bisa menulis secara objektif.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News