Qatar
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Timur Tengah sedang berada pada musim panas dengan rata-rata suhu mencapai 37 selsius.
Pemain-pemain Eropa akan megap-megap bermain pada suhu itu.
Akan tetapi, Qatar sudah melengkapi stadion dengan air conditioner sehingga temperatur bisa dibuat lebih nyaman.
Turnamen di Qatar ini tercatat sebagai perhelatan yang paling kontroversial, terutama karena isu politik lebih mendominasi perbincangan ketimbang isu sepak bola.
Sejak awal ada semacam serangan terstruktur terhadap terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah.
Media-media Barat lebih banyak memberitakan isu-isu hak asasi manusia dan suap ketimbang memberitakan persiapan teknis Qatar sebagai tuan rumah.
Otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA, memutuskan Qatar sebagai tuan rumah pada kongres di Prancis 2010.
Dunia terkejut karena Qatar sama sekali tidak terlihat dalam peta sepak bola dunia.
Piala Dunia Qatar adalah simbol perlawanan dan pemberontakan terhadap dominasi dan hegemoni Barat terhadap negara dunia ketiga.
- Nick Kuipers Takjub dengan Atmosfer GBK, Nostalgia dengan Liga Belanda
- Kans Indonesia ke Piala Dunia, Jay Idzes: Hanya Soal Waktu
- Timnas Indonesia Dinilai tak Pantas Bermain di Piala Dunia 2026
- Kualifikasi Piala Dunia: Tanpa Messi, Argentina Hajar Brasil 4-1
- Apakah Timnas Indonesia Masih Bisa Lulus Otomatis ke Piala Dunia 2026?
- Timnas Indonesia vs Bahrain: Catatan Mengkilap Ole Romeny