Qatar
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Jumlah penduduk yang kecil dan fasilitas stadion yang terbatas membuat Qatar diragukan sebagai penyelenggara Piala Dunia.
Ketika keputusan itu diambil banyak muncul pemberitaan negatif. P
ara petinggi FIFA dicurigai telah menerima suap dalam jumlah besar dari Qatar.
Banyak anggota komite eksekutif FIFA yang dicurigai menerima suap, termasuk presiden FIFA ketika itu Sepp Blatter dan presiden UEFA saat itu, Michel Platini.
Negosiasi untuk memenangkan Qatar melibatkan diplomasi level dewa.
Para pemimpin negara-negara Eropa, seperti presiden Prancis ketika itu Nicolas Sarkozy, dikabarkan aktif mendukung Qatar supaya bisa menjadi tuan rumah.
Salah satu pertemuan puncak antara para emir Qatar dengan Blatter dan Platini kabarnya dilakukan di istana kepresidenan Prancis.
Para emir Qatar sudah melobi Sarkozy dan berjanji akan melakukan investasi besar-besar untuk mendongkrak performa tim-tim sepak bola Prancis. A
Piala Dunia Qatar adalah simbol perlawanan dan pemberontakan terhadap dominasi dan hegemoni Barat terhadap negara dunia ketiga.
- Nick Kuipers Takjub dengan Atmosfer GBK, Nostalgia dengan Liga Belanda
- Kans Indonesia ke Piala Dunia, Jay Idzes: Hanya Soal Waktu
- Timnas Indonesia Dinilai tak Pantas Bermain di Piala Dunia 2026
- Kualifikasi Piala Dunia: Tanpa Messi, Argentina Hajar Brasil 4-1
- Apakah Timnas Indonesia Masih Bisa Lulus Otomatis ke Piala Dunia 2026?
- Timnas Indonesia vs Bahrain: Catatan Mengkilap Ole Romeny