R Gantung Jasad Kekasihnya Hanya dengan Bantuan Kursi Sofa?

jpnn.com, MATARAM - Polresta Mataram NTB masih melakukan penyidikan kasus pembunuhan terhadap mahasiswi inisial LNS oleh kekasihnya, R (22).
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan penyidik belum membutuhkan pendapat ahli psikolog dalam penanganan kasus pembunuhan ini.
"Sejauh ini kami belum butuh pendapat psikolog," kata Kadek Adi menjawab pertanyaan wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (27/8).
Pertanyaan itu muncul berdasarkan sorotan publik di media sosial.
Ide tersangka menghilangkan jejak perbuatannya dengan kamuflase korban gantung diri masih diragukan, terutama bagi keluarga LNS.
Begitu juga dengan upaya tersangka menggantung korban di ventilasi rumah yang jaraknya sekitar 3 meter dari lantai.
Meskipun menggunakan alat bantu kursi sofa, publik masih belum yakin tersangka melakukannya tanpa melibatkan orang lain.
Oleh karena itu, publik menilai penting mendengar pendapat ahli psikolog untuk menjelaskan latar belakang psikologis tersangka.
R menggantung jasad kekasihnya inisial LNS di ventilasi rumah, dengan bantuan kursi sofa, mungkinkah?
- Polisi Ungkap Misteri Penemuan Mayat Perempuan di Cimahi, Ternyata
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL Diduga Terencana, Ada Bukti
- Penyidik Usut Indikasi Kekerasan Seksual oleh Oknum TNI AL terhadap Juwita
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL, Denpomal Sita Sebuah Mobil
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Keluarga Juwita yang Tewas Diduga Dibunuh Oknum TNI AL Kecewa