Rachmad Priyandoko Temukan Keasyikan Lewat Mural

jpnn.com, SURABAYA - Bagi Rachmad Priyandoko, berkesenian bukan sekadar passion tetapi juga jalan hidup yang tak bisa ditinggalkan. Menggeluti dunia seni, khususnya menggambar sejak muda, pria yang akrab disapa Cak Mad itu sudah pernah mencicipi banyak “jurusan” menggambar. Mulai dari karikatur, scribble, hingga kini mural.
Untuk mural, pentolan komunitas Arek Mboyo (Arek Mural Suroboyo) itu mengaku baru menggeluti selama tiga tahun terakhir. Beberapa proyek, baik private maupun permintaan dari instansi, berhasil dia selesaikan. Belum lama ini, alumnus S1 Desain Interior UK Petra Surabaya itu dipercaya Pemkot Surabaya untuk mempercantik area di bawah jembatan tol jalan HR Muhammad dengan mural.
Tak hanya menggambar saja, Cak Mad juga memperhatikan kesesuaian tema dan pesan yang ingin disampaikan lewat goresan muralnya. ”Untuk yang di HR Muhammad, tema yang sepakat kami angkat adalah Simple Semanggi,” katanya.
Gambar yang ditampilkan di tempat itu merupakan pola turunan daun semanggi yang merupakan makanan khas Surabaya. ”Dengan pemilihan warna yang tepat, kami ingin gambar itu menambah kesan segar di area yang terkenal padat lalu lintasnya itu,” jelas dia.
Lantas, apa sih tantangannya saat membuat mural? Menurut Cak Mad, yang paling utama adalah ketinggian dan manajemen waktu. ”Kalau tidak ada scaffolding atau mobil hidrolis cukup sulit, karena jika hanya menggunakan tangga, ruang gerak sangat terbatas. Sedangkan soal waktu, harus pintaar-pintar mengatur. Sebab, kebanyakan untuk mural outdoor itu dilakukan pada malam hingga jelang pagi hari.
Sekali mural waktu yang dibutuhkan bervariasi, untuk bidang lebar, butuh seminggu hingga dua minggu. Begitupun personel yang ikut serta. Beberapa private project yang pernah dikerjakan Cak Mad dan timnya adalah memural resto, café, hotel, hingga hunian.
Ketika ditanya berapa honornya, pria yang pernah mendapatkan apresiasi langsung dari Valentino Rossi karena karya scribble-nya itu mengaku
- Mural Buatan Anak Muda Ikut Sambut Kepulangan Jokowi di Solo
- Ganjar Untuk Semua Hadirkan Ruang Mural dan Grafiti Untuk Seniman Muda
- Wakil Sekretaris TKRPP-PDIP: Mural jadi Sarana Pemuda Berekspresi tentang Masa Depan Indonesia
- Apresiasi Seniman Mural, Mowilex Luncurkan Buku Crossing The Wall Apresiasi
- Seniman Edi Kritik Pernyataan Prabowo Soal Coretan di Jalan, Perundungan yang Kurang Elok
- Hasiholan Siahaan Mengabadikan Suara Kritis Mural Lewat Karya Fotografi