Hari Pahlawan 2018
Rahasia Persatuan Pahlawan Kemerdekaan Indonesia (1)
Jumat, 09 November 2018 – 09:45 WIB

Buya Hamka dan Bung Karno berdiri. Di tengah Abdul Karim Oei. Ketiga mengangkat saudara sewaktu di Sumatera. Foto: Public Domain.
Panggung Cinema Theater Bukittinggi, 12 Agustus 1947.
Ketika FPN dideklarasikan, tulis Hamka, tampil kemuka seorang guru. Janggutnya panjang dan putih. Bertongkat lebih tinggi dari badannya.
Dia memasukkan usul, minta disampaikan kepada pemerintah, supaya di samping presiden didirikan satu majlis tinggi, bernama Majlis Istikharah. Terdiri daripada orang-orang muqarrabin (yang dekat dengan Tuhan) dan aulia (wali-wali keramat).
Kata dia, jikalau ada kesulitan negara, Majlis Istikharah bersembahyang minta keputusan Tuhan. Apa keputusan Tuhan dalam kasyaf itulah dijalankan.
Sidang yang dipimpin Datuak Batuah dari PKI memilih Buya Hamka dari Muhammadiyah memimpin front persatuan. Jernih.
BERITA TERKAIT
- Tuan Rondahaim Saragih: Pahlawan Nasional 2025 Asal Sumatera utara, Ahli Strategi Perang Gerilya Melawan Belanda
- Serangan Umum 1 Maret, Klaim & Versi (daripada) Soeharto
- Bangsa Pelupa dan Pemaaf, Sebuah Refleksi Tentang Karakter Kolektif Indonesia
- Ribka Tjiptaning Kritisi Efisiensi Anggaran DKI: Hak Keluarga Pahlawan Tergerus
- Sejarah Etnik Simalungun dan Kepahlawanan Rondahaim Saragih
- Menjelang Peringatan Hari Dharma Samudera, KSAL Pimpin Ziarah di TMP Kalibata