Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Aktif sebagai Juru Kampanye Perubahan Iklim
Presentasi ke Kalangan Pengusaha, Manfaatkan Jaringan Orang Tua
Rabu, 12 Januari 2011 – 07:17 WIB

Rahayu Saraswati, artis yang lahir dari keluarga pengusaha kondang, menekuni kampanye perubahan Iklim. Foto : Hilmi Setiawan/Jawa Pos
Kini Sara, panggilan akrabnya, punya kesibukan baru. Dia dipercaya menjadi presenter atau juru kampanye untuk isu-isu tentang perubahan iklim. Untuk keperluan itu, selama tiga hari berturut-turut, mulai Sabtu hingga Senin (8/1?10/1), putri kedua pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo tersebut "digembleng" dengan berbagai materi untuk mengampanyekan penyelamatan bumi dari pemanasan global. Tak tanggung-tanggung, Sara mendapatkan ilmu langsung dari Al Gore, mantan wakil presiden AS yang juga peraih Nobel Perdamaian pada 1997.
Ditemui di sela mengikuti pelatihan tersebut di Jakarta Convention Center (JCC) Minggu lalu (9/1), Sara menjelaskan targetnya setelah mengikuti penataran The Climate Project Asia Pacific Summit itu. Yakni, dia harus melakukan presentasi minimal sepuluh kali dalam setahun.
Dia menjelaskan, sistem kampanye perubahan iklim tersebut bersifat getok tular atau dari mulut ke mulut. Dari pelatihan itu, selain ilmu tentang perubahan iklim, Sara mendapatkan bekal tentang cara berkomunikasi dengan berbagai kalangan.
Bagaimana dia nanti melakoni sepuluh presentasi tersebut" Sara akan masuk ke bidang yang berbeda-beda. Mulai bidang bisnis, politik pemerintahan, hingga hiburan. Untuk dunia bisnis, dia memanfaatkan jaringan orang tuanya. Selain itu, dengan agak malu-malu, dia menyebutkan beberapa perusahaan yang akan dimasuki. Di sejumlah perusahaan tersebut, dia punya saham. "Saya akan masuki itu semua," ucapnya dengan penuh semangat.
Darah pengusaha yang mengalir di tubuh Rahayu Saraswati tak lantas membuatnya terjun ke dunia bisnis. Tapi, dia malah larut dalam dunia hiburan.
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara