Ramai Kasus e-KTP Lagi, Fahri: Saya Kok Enggak Tertarik

Namun, KPK hanya menjerat dua tersangka di perkara tersebut. Dan sekarang, kelannjutannya juga tak jelas.
"Kasus Hambalang. Ngomong Hambalang sudah kayak apa tuh. Ceritanya terima, terima, terima. Dihitung-hitung yang disebut dibagi itu dua juta dolar. Sekitar 25 miliar. Akhirnya proyek Hambalang ditinggalin, dua setengah triliun hangus," tutur Fahri.
Sampai sekarang, ujarnya, di kasus Hambalang hanya satu dua orang saja tersangkanya selain M Nazaruddin, salah satunya Andi Mallarangeng.
Tapi, katanya, ketika itu penegak hukum sibuknya bukan main.
"Kita sibuk yang 25 miliar, dua setengah triliun hancur. Itu uang negara rill. Yang 25 miliar bukan uang negara. Dua setengah triliun hilang. Presiden datang Astagfirullahalazim. gitu saja. Untuk nakutin siapa nggak tahu," tuturnya disusul tawa getir.
Bicara substansi, Fahri juga tidak melihatnya di kasus e-KTP.
Dia mendapat informasi bahwa audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk proyek senilai hampir Rp 6 triliun itu juga belum ada.
"Cerita dibagi-bagi cuma datang dari satu orang (terdakwa). Kita ini capek beginian. Ini kan sudah terlalu banyak. Ribuan yang disebut namanya akhirnya gak terjadi apa-apa," tambah dia.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak melihat ada yang istimewa dari kasus dugaan korupsi mega proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).
- Berkas Ekstradisi Buronan Korupsi e-KTP Paulus Tannos Segera Rampung
- Paulus Tannos Buronan Korupsi e-KTP Masih Berstatus WNI
- Pemerintah Gelontorkan Duit Rp 19 Triliun untuk Renovasi Sekolah dan Ponpes
- Fahri Hamzah Sebut Pembangunan Rusun Solusi untuk Mengubah Kawasan Kumuh jadi Modern
- Pemerintahan Prabowo Bangun 1 Juta Rumah Bareng Qatar, Bentuknya Rusun
- Sejumlah Tokoh Merapat ke Kediaman Prabowo, Dari Fahri Hamzah Hingga Budiman