Rapat Gelap
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
Taiwan, di bawah Tsai Ing-wen, tetap berkehendak sebagai negara merdeka yang berdaulat.
Isu Tiongkok akan menyerbu Taiwan memang santer. Dan harus berhasil dalam satu malam.
Sudah harga mati bagi Tiongkok: Taiwan harus kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Secara damai. Kalau perlu dengan kekerasan.
Dari kalimat terakhir itulah muncul analisis: Tiongkok akan menyerbu Taiwan. Kapan? Hanya Xi Jinping yang tahu.
Konon hanya Xi Jinping pula yang tahu kapan Rusia menyerang Ukraina: "jangan sebelum Olimpiade musim dingin di Beijing". Maka seminggu setelah Olimpiade serangan pun dimulai.
Apakah kalau Tiongkok menyerang Taiwan, Amerika juga bersikap sama dengan Ukraina? Apakah Amerika sudah benar-benar tidak mau kirim tentara ke mana pun –sejak yang di Afghanistan pun ditarik?
Itulah pokok pembicaraan berbagai delegasi Amerika ke Taiwan. Setidaknya, kedatangan delegasi itu membuat tenang Taiwan –di tengah berita perang di Ukraina.
Taiwan telanjur jadi produsen cip terbesar bagi Amerika Serikat –dan hanya pabrik itu yang listriknya tidak ikut mati.
Isu Tiongkok akan menyerbu Taiwan memang santer. Dan harus berhasil dalam satu malam.
- Renovasi Rumah
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump
- Pagar Danau
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos