Rasain... Si Penyelundup Ratusan Warga Bangladesh Itu Kena Batunya

jpnn.com - DHAKA - Bos penyelundup atau dalang utama dibalik perdagangan manusia yang paling dicari di Malaysia berhasil diringkus Polisi Bangladesh. Sang dalang ini diperkirakan telah menyelundupkan ratusan imigran ilegal selama ini.
Polisi menahan setidaknya 20 penyelundup manusia pada bulan lalu termasuk Dil Mohammad yang merupakan 'bos' kelompok itu di Teknaf perbatasan Myanmar.
Polisi Teknaf, Inspektur, Kabir Hossain mengatakan, Mohammad, 45 ditahan saat tiba di Bangladesh dari Malaysia.
"Mohammad sangat dicari di Malaysia dan Thailand karena terlibat dalam penyelundupan ratusan imigran Bangladesh ke Malaysia menggunakan kapal dari Teluk Bengal," kata Hossain.
Polisi Bangladesh menargetkan penyelundup yang terlibat didakwa membawa pengungsi Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh dan meninggalkan mereka di lautan.
Selain itu ia juga merupakan tindak lanjut setelah Thailand membongkar kegiatan penyelundupan manusia yang menyebabkan ribuan terdampar di perairan dan ditinggalkan di kamp di hutan, termasuk dibunuh.
Penyelundup itu diduga mencoba bersembunyi di desa masing-masing di Bangladesh ketika musim hujan.
"Penyelundup bertahap pulang setelah musim hujan berakhir," ujar Hossain.
DHAKA - Bos penyelundup atau dalang utama dibalik perdagangan manusia yang paling dicari di Malaysia berhasil diringkus Polisi Bangladesh. Sang dalang
- Ini Layanan Medis Bedah Robotik Canggih di Pantai Hospital Ayer Keroh
- Mimpi Berkuasa Lagi, Donald Trump versi Amerika Selatan Malah Terjerat Kasus Kudeta
- Pesawat Delta Airlines Jatuh saat Mendarat di Toronto, Belasan Orang Terluka
- Ramadan Sebentar Lagi, Arab Saudi Kembali Siapkan Paket Bantuan untuk Indonesia
- Kabar Gembira, Hamas Siap Menyerahkan Kendali atas Gaza
- Rabi Yahudi Sebut Trump Dipilih Tuhan untuk Tegakkan Keadilan & Memerangi Islam Radikal