Rasendriya Membawa Rizal Abdulhadi ke Puluhan Negara

Dia juga sudah mengalami jadi sasaran teror orang-orang tidak dikenal karena berada di barisan paling depan untuk membela penduduk salah satu desa di Majalengka. Tepatnya ketika rumah mereka tidak kunjung diperbaiki pemerintah setelah diterjang bencana.
Dia turut pula merasakan pedihnya nasib para petani yang menjahit mulut di depan istana presiden.
Rizal juga pernah berjalan kaki sejauh 40 kilometer untuk mendampingi kelompok minoritas yang tertindas. Semua dia lakukan dengan musik.
Sejak dia mengkreasi rasendriya pada 2012, ranah perjuangannya juga kian lebar. Dia jadi aktif mengedukasi masyarakat soal bambu. ”Buka workshop di sini (Ubud, Red) dan Australia,” imbuhnya.
Hal serupa dia lakukan di setiap tempat yang didatanginya. Dengan rasendriya, Rizal berusaha menunjukkan bahwa bambu bisa menjadi bahan untuk berkarya.
”Untuk mandiri, membuat sendiri. Tidak konsumtif,” jelas dia.
Rasendriya memang tidak dia buat dalam jumlah banyak. Dia juga tidak menjualnya. Hanya dia yang pakai. Tapi, setiap ada yang datang untuk belajar, pasti dia dampingi.
Dia membagikan ilmu untuk memanfaatkan bambu. Mengubahnya menjadi berbagai alat bantu. Bukan hanya instrumen musik.
Rasendriya merupakan alat musik yang menggabungkan tiga instrumen: gitar, didgeridoo atau celempung, dan perkusi mini.
- Pagar Laut Bagian PSN, tetapi Bukan Terbuat dari Bambu di Laut PIK 2
- Tisu Bambu Putih Jadi Solusi Ramah Lingkungan dan Bebas Klorin untuk Perawatan Kulit
- Momentum Tol
- Pipa Pipih
- Tisu Bambu Ramah Lingkungan, Cocok untuk Kesehatan dan Kecantikan
- Wamen LHK: Penanaman Pohon dan Pembangunan Kebun Raya Bambu di Magetan Wujud Keberlanjutan Lingkungan