Ratu Atut Bertemu Akil di Singapura Bahas Pilkada
jpnn.com - JAKARTA - Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan pernah bertemu dengan Ketua Mahkamah Konstitusi non aktif, Akil Mochtar di Singapura. Hal itu disampaikan pengacara adik Ratu Atut itu, Pia Akbar Nasution.
"Kalau pertemuan dengan Pak Akil yang di Singapura benar ada," kata Pia di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (16/10).
Menurut Pia, tujuan Wawan ke Singapura untuk menonton pertandingan F1. Ia tidak datang bersama Atut. "Wawan ke sana untuk nonton F1, Bu Atut sendiri juga sudah ada di sana. Jadi Mas Wawan duluan, sampai sana, baru tahu kalau ada Bu Atut. Jadi berangkatnya juga enggak sama-sama," ujarnya.
Pia menjelaskan, Wawan dan Atut kemudian bertemu dengan Akil. Mereka hanya melakukan pertemuan biasa saja. "Enggak ada bicara tentang hal-hal yang spesifik. Pak Wawan kan hanya nemenin Bu Atut ketemu di situ," ujar Pia.
Saat itu, ia menambahkan, mereka hanya membicarakan ihwal Pilkada secara umum. Tidak membicarakan mengenai suatu perkara. "Bagaimana soal Pilkada, tapi bukan bicara spesifik case apa. Itu enggak, dan itu pun hanya sebentar karena Pak Wawan dengan teman-temannya, Pak Akil juga ada teman-temannya," kata Pia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Akil, Atut dan Wawan diketahui berakhir pekan di Singapura pada Sabtu (21/9). Akil pergi ke Singapura pada Sabtu pukul 05.00 WIB.
Atut pergi ke Singapura pada hari sama yakni pada pukul 07.00 WIB. Sedangkan, Wawan pergi ke Singapura sehari sebelumnya yakni pada Jumat (20/9) sekitar pukul 19.00 WIB. (gil/jpnn)
JAKARTA - Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan pernah bertemu dengan Ketua Mahkamah Konstitusi non aktif, Akil Mochtar di Singapura. Hal itu disampaikan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Pendaftaran PPPK 2024 Tahap 2 Jangan Diundur Ketiga Kalinya, Honorer Senior Keburu Pensiun
- Usut Kasus Investasi Fiktif, KPK Periksa Dirut PT Pacific Sekuritas Indonesia Edy Soetrisno
- Terima Undangan Pemeriksaan dari KPK Senin Nanti, Sekjen PDIP Menyatakan Kesiapannya
- HUT Ke-52 PDIP di Sekolah Partai: Sederhana, Khidmat, Penuh Semangat Nasionalisme & Patriotisme
- Ada Guru Honorer Tidak Tahu Dibuka Rekrutmen PPPK 2024, Salah Siapa?
- Helena Lim Divonis 5 Tahun Penjara, Jaksa Ajukan Banding