Ratu Elizabeth II, Warisan yang Tak Ada Duanya

Ia juga tidak menunjukkan sikap politiknya, tapi memiliki hubungan dekat dengan para pembuat keputusan.
Sumber dari kekuatan dan inspirasi, begitu banyak orang melihatnya, sebagai seorang ibu, nenek, dan Ratu Persemakmuran.
Saat dunia berubah, sang Ratu telah menggabungkan tradisi dan kemajuan, seperti dikatakan Pangeran William, ia mampu membawa keluarga bergerak seiring waktu.
"Perubahan adalah hal yang konstan, melakukannya membutuhkan kedisiplinan yang luas. Bagaimana kita menyikapinya akan menentukan masa depan," ujarnya di tahun 2002.
Di saat dunia baru saja keluar dari era 'Elizabethan', terlalu dini untuk mengatakan bagaimana era tersebut akan dikenang.
Ada momen kebahagiaan dan stabilitas bagi kerajaan Inggris, tapi ada juga kekecewaan dan kesedihan.
Melewati semuanya, perempuan kecil yang tak pernah menyangka akan jadi ratu sudah menunjukkan janjinya yang ia ucapkan saat masih menjadi seorang putri: "seluruh hidup saya, apakah itu panjang atau pendek, akan diabadikan untuk melayani Anda".
Kredit
- Reporter: and
- Riset tambahan:
- Desainer:
- Developer: ,
- Editor:
Setelah mendapat warisan takhta di usia 25 tahun, Ratu Elizabeth II meluangkan seluruh hidupnya untuk melayani warganya
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana