Ratusan Anak di Kepri Terjangkit Virus Rubella

Di Kepri sendiri saat ini jumlah SLB ada enam, termasuk di Batam dengan jumlah murid sekitar dua ribuan lebih. Tjejep menegaskan dari jumlah SLB tersebut tiap sekolah itu sebagian dipastikan cacat karena terkena rubella.
"Kalau kurang yakin dengan ganasnya virus rubella yang menjangkiti anak-anak di Kepri, saya sarankan masyarakat datanglah ke SLB. Virus rubella sendiri bagi yang terjangkit dampaknya menimbulkan kebutaan, bisu, tuli, perkembangan tubuhnya tak normal atau cebol hingga ke kematian," terang Tjejep.
Untuk jadwal pemberian imunisasi MR sendiri di tiap posyandu dilakukan sebulan sekali. Sementara untuk di puskesmas se-Kepri dilakukan tiap seminggu sekali dan itu semua gratis. Sedangkan di rumah sakit bisa dilakukan tiap hari, namun dikenakan biaya jasa penanganan dokter.
"Kenapa di puskesmas dilakukan seminggu sekali? Sebab yang datang ke puskesman untuk imunisasi jumlahnya sedikit sekali. Kalau tiap hari hanya ada tiga atau empat orang saja yang mau imunisasi MR, itu sangat mubazir sekali.
“Karena satu ampul vaksin MR itu harus dipakai untuk delapan anak dan sekali dibuka, apabila masih tersisa, harus segera dibuang, tak boleh lagi disimpan atau digunakan lagi ke anak lainnya," ujar Tjejep mengakhiri. (gas)
Pemerintah Provinsi Kepri memutuskan memperpanjang pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) kepada anak-anak hingga 31 Oktober mendatang.
Redaktur & Reporter : Budi
- Gemerlap Danantara
- Kementrans Siapkan Barelang Jadi Pilot Project Kawasan Transmigrasi Terintegrasi
- DPR Bentuk Panja Usut Mafia Lahan di Batam, Pengamat: Panggil Menteri ATR/BPN
- Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap II Batam, 322 Pelamar tak Lulus
- Ingin Jadikan Batam Pusat Investasi, Komisi VI DPR Bentuk Panja
- Balap Liar Kian Meresahkan, Polda Kepri Bertindak