Ratusan Mahasiswa Indonesia Tertipu Beasiswa di Taiwan

jpnn.com, JAKARTA - Ratusan mahasiswa Indonesia yang ikut program kuliah sambil magang di Taiwan kecewa berat karena merasa ditipu. Sebab, mereka dipekerjakan secara paksa di pabrik-pabrik dengan upah minim.
Jawa Pos kemarin menghubungi anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan.
Dia mengatakan, PPI Taiwan kini sedang mengadvokasi para mahasiswa tersebut. Berdasar hasil penelusuran mereka, terungkap bahwa mahasiswa tersebut tertarik kuliah di Taiwan karena diiming-imingi beasiswa.
Iming-iming itu disampaikan agensi di Indonesia. Semula, disebutkan bahwa mereka akan mendapat beasiswa untuk kuliah S-1 di Taiwan.
Namun, sesampai di Taiwan, mereka malah dipekerjakan. "Ada juga yang dari awal ditawarkan bekerja sambil kuliah. Tapi, ternyata lebih banyak kerjanya," ungkapnya.
Iming-iming kuliah gratis itu ternyata hanya bualan. Sebab, mereka tetap harus membayar biaya kuliah dan tempat tinggal.
Biaya tersebut dibayar dari upah hasil kerja paksa. Menurut dia, WNI yang tertipu rata-rata lulusan SMA sederajat yang tidak mengenal PPI.
Dia menjelaskan, pihak kampus di Taiwan semula menjanjikan potongan biaya kuliah dalam bentuk cash back. Ternyata, cash back yang diterima per bulan sangat kecil.
Mahasiswa Indonesia di Taiwan justru dipaksa menjadi pekerja kasar di pabrik tanpa beasiswa seperti yang dijanjikan.
- KAI Group Layani 16,3 Juta Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025
- Pemerintah Siapkan Retret Gelombang Kedua untuk Kepala Daerah
- Hadapi Puncak Arus Balik, Korlantas Akan Terapkan One Way Nasional, Catat Tanggalnya
- Sopir Mengantuk, Mobil Pemudik Terjun ke Jurang di Garut Selatan
- Polemik Mobil Dinas, Supian Suri Berpotensi Korupsi
- Libur Lebaran, 2 Wisatawan Hilang Tenggelam di Pantai Garut