Ratusan Penjahat di Australia Ditangkap Setelah Pergerakannya Diikuti Lewat Aplikasi

App itu kemudian disebarkan secara tidak sengaja oleh pelaku pengirim narkoba yang sedang dalam pelarian asal Australia Hakan Ayik, setelah dia mendapatkan app itu dari seorang agen yang menyamar.
Ayik (42 tahun) merekomendasikan penggunaan app itu kepada teman-temannya sesama kriminal yang membeli HP yang sudah diisi dengan app ANOM di pasar gelap.
App ini memungkinkan mereka mengirim pesan, merekam video dan juga mengirim pesan tersembunyi.
Polisi mengatakan dalam beberapa kasus diperlukan waktu beberapa bulan untuk menemukan siapa yang menggunakan peralatan dan app tersebut.
Kepala Kepolisian Australia Commissioner Reece Kershaw mengatakan Ayik sekarang sudah jadi pusat perhatian dan sebaiknya menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Australia.
"Melihat ancaman yang dihadapinya, sebaiknya dia menyerahkan diri kepada kami secepat mungkin," katanya.
"Dia salah seorang koordinator dari peralatan ini, jadi pada dasarnya dia yang menjerumuskan teman-temannya sendiri," jelas Commisioner Reece.
Polisi mendatangi empat ribu lokasi minggu ini dalam penyelidikan yang begitu besarnya, sehingga AFP menunda operasi lain, kecuali soal perlindungan anak dan kontra terorisme.
Lebih dari 200 anggota mafia dan juga gembong penjahat motor gede ditangkap di Australia dalam operasi terbesar yang pernah dilakukan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi