Ratusan Perempuan IS Dibebaskan Dari Kamp Pengungsi al-Hawl Suriah


. (ABC News)
Seorang wanita lain, Um Anas, mengatakan bahwa ia akan pulang ke Raqqa — kota yang pernah menjadi ibukota IS.
Saya bersyukur bisa pulang dan sekarang bisa mengurus diri sendiri. Kami senang bisa keluar dari al-Hawl," katanya.
"Kami hidup di sebuah rawa, di mana kami merasa haus, lapar, buruk sekali kondisinya."
Pembebasan kemarin ini tampaknya merupakan gelombang pertama pembebasan pengungsi dari al-Hawl yang akan diteruskan di minggu-minggu mendatang.
Kamp pengungsi itu sekarang menampung sekitar 73 ribu orang termasuk paling sedikit 20 warga Australia.

Salah satu pejabat yang menangani pembebasan ini, Faroq al Mashee, mengatakan ia memiliki harapan tinggi terhadap para perempuan yang dibebaskan yang sekarang tinggal di kawasan Suriah yang dikuasai oleh kelompok Kurdi.
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang