Ratusan Perempuan IS Dibebaskan Dari Kamp Pengungsi al-Hawl Suriah

"Dengan bantuan para wanita ini, kami berharap untuk mengubah pemikiran 'teroris ekstrimis' menjadi pemikiran Islam semestinya yang percaya pada perdamaian dan hidup damai di komunitas," katanya.
Ia mengatakan bahwa pembebasan tersebut adalah momen yang patut dirayakan.
"Kami sangat bahagia hari ini karena dua hal: yang pertama adalah karena pintu keluar bagi para wanita yang sudah dinanti oleh saudara mereka selama ini akan dibuka dalam beberapa jam, dan kebahagiaan lainnya adalah bahwa pintu ini terbuka di tengah hari Idulfitri," katanya tentang pembebasan yang dilakukan bersamaan dengan berakhirnya bulan Ramadan.
Um Anas ditanya tentang bagaimana ia akan hidup di bawah aturan Pasukan Demokratik Suriah, kelompok pejuang dari warga Kurdi.
"Saya tidak akan bergaul dan berinteraksi dengan mereka. Saya akan tinggal di rumah dan diam," katanya.
"Anak-anak saya akan pergi dan pulang dari sekolah dan saya akan tetap tinggal di rumah tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Saya tidak mau berurusan dengan mereka."
Orang-orang duduk dalam bagian belakang sebuah truk di sebuah jalanan di perkemahan pengungsi di Suriah.
Sementara itu, juru bicara PBB Hedinn Halldorsson kembali memanggil negara-negara Barat untuk membantu membawa warganegara mereka pulang.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi