Ratusan Ribu Warga Akan Ikut Pemilu Australia, tetapi Masih Banyak yang Perlu Bimbingan

Ini adalah pengalaman perdana bagi Natalia Nuyerepon yang baru beberapa bulan menjadi warganegara Australia memilih kandidat pemerintah federal Australia.
Sejak beberapa hari terakhir, Natalia telah mempelajari sistem Pemilihan Umum di Australia hingga akhirnya menentukan pilihannya awal minggu ini.
"Ternyata tidak sesulit itu," kata Natalia yang berasal dari Jawa Timur.
Perempuan yang tinggal di Werribee, negara bagian Victoria di Australia tersebut memilih lebih awal dengan mengirimkan kartu pos berisi kandidat pilihannya.
Ini karena pada di hari pemilihan yang jatuh pada tanggal 21 Mei, Natalia masih akan sedang merayakan Lebaran di Indonesia.
Natalia mengatakan memilih kandidat yang mementingkan kesejahteraan warganya, termasuk mereka dengan pendapatan menengah.
"Kandidat yang saya pilih memastikan bahwa orang-orang bisa hidup sejahtera," katanya.
"Ini berarti kalau misalnya suatu hari kami mau membeli rumah, prosesnya juga akan baik."
Pemilihan Umum di Australia sudah mulai dekat, namun beberapa warganegara berlatar belakang migran yang baru pertama kali akan memilih masih bingung dengan sistemnya dan siapa yang akan dipilih
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi