Ratusan Ribu Warga Akan Ikut Pemilu Australia, tetapi Masih Banyak yang Perlu Bimbingan

Natalia yang bekerja sebagai koki berharap agar ke depannya akses kesehatan, pekerjaan, dan pendidikan untuk anak-anaknya di masa depan bisa semakin lebih mudah di Australia.
Menjadi warganegara Australia supaya bisa memilih
Natalia bukanlah satu-satunya warganegara Australia yang mengikuti pesta demokrasi Australia untuk pertama kalinya tahun ini.
Menurut Komisi Pemilihan Australia (AEC), setidaknya 440.000 warganegara Australia baru ada di posisi yang sama.
Romel Lalata, yang datang ke Australia sebagai mahasiswa internasional pada tahun 2015 juga sangat bersemangat untuk memilih, karena ini adalah alasannya menjadi warganegara negara tersebut.
"Saya berkata pada diri sendiri suatu hari nanti saya akan menjadi pemilih," katanya.
"Saya akan memberikan suara saya pada pemimpin yang akan menentukan masa depan Australia."
Kali ini, ia sudah belajar dari kesalahan lamanya di mana Romel yang tadinya terdaftar di NSW lupa untuk mengganti alamatnya menjadi Canberra.
Romel akhirnya didenda oleh Pemerintah New South Wales (NSW) pada tahun 2021 karena tidak memilih dari sana.
Pemilihan Umum di Australia sudah mulai dekat, namun beberapa warganegara berlatar belakang migran yang baru pertama kali akan memilih masih bingung dengan sistemnya dan siapa yang akan dipilih
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana