Ratusan Warga Batam Jadi Korban Investasi Bodong

jpnn.com, BATAM - Kasus penipuan berkedok investasi kembali terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Sedikitnya ada 500 warga menjadi korban PT Maju Aset Indonesia (MAI) dengan kerugian mencapai Rp 20 miliar lebih.
Sebagian besar korban merupakan warga Batam dan Kepri. Selebihnya berasal dari Pekanbaru, Padang, Jakarta, Lampung, Medan, dan Gorontalo.
Salah satu korban, Lizawati, menuturkan kronologi penipuan PT MAI ini. Kasus ini berawal pada 2016 lalu. Saat itu PT MAI mengenalkan diri sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perakitan sayap pesawat.
Sesaat setelah meresmikan kantor di Batam, tepatnya lantai 3 Adhya Building, Komplek Sukajadi, Batam, PT MAI mulai menggaet calon ‘investor’.
Selain bunga dan keuntungan besar, waktu itu PT MAI juga menjanjikan perusahaan yang diklaim berpusat di Malaysia itu bisa masuk bursa saham (go public).
“Katanya perusahaan ini milik pengusaha asal Malaysia bernama Datok Dave. Perusahaan merekrut orang Batam bernama Sudri Alianto sebagai direkturnya,” kata Lizawati, Rabu (22/8) lalu.
Kepada para korbannya, PT MAI mengaku akan menjalankan sejumlah proyek. Seperti Aeromex, Yixing Energy, JSM Market, hingga impor mobil buatan Malaysia, Haval.
Kasus penipuan berkedok investasi kembali terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau.
- Banyak Korban Investasi Bodong, Gilang Ingatkan Jampidum dan Polri Soal Keadilan
- Gemerlap Danantara
- Kementrans Siapkan Barelang Jadi Pilot Project Kawasan Transmigrasi Terintegrasi
- DPR Bentuk Panja Usut Mafia Lahan di Batam, Pengamat: Panggil Menteri ATR/BPN
- Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap II Batam, 322 Pelamar tak Lulus
- Ingin Jadikan Batam Pusat Investasi, Komisi VI DPR Bentuk Panja