Ratusan Warga Menghadiri Sesi Informasi COVID-19 Bagi Warga Multikultural di Australia Selatan

"Alasannya adalah karena penelitian masih berjalan. Perusahaan obat masih melakukan percobaan mencampur kombinasi vaksin," katanya.
"Karena memang ketika dua jenis vaksin dicampur, kadang kekebalan tubuh bisa semakin kuat, tapi efek sampingnya mungkin juga lebih banyak."
Pencampuran vaksin akan diizinkan di Australia "setelah ada bukti keamanannya", menurut Profesor Nicola.
Patutkah vaksin diwajibkan?
Pertanyaan ini muncul menyusul unjuk rasa yang melibatkan ribuan pekerja konstruksi di Melbourne yang menolak keharusan vaksinasi dua minggu lalu (21/09).
"Kami belum mewajibkan. Kami hanya fokus pada bagaimana cara melindungi masyarakat yang paling rentan," kata Profesor Nicola.
Tapi pada kenyataannya vaksin sudah diwajibkan bagi warga dengan profesi tertentu di Australia Selatan, misalnya tenaga kesehatan di rumah sakit, pekerja dan sukarelawan panti jompo, kontraktor, petugas karantina hotel.
"Kami punya alasan kesehatan yang sangat jelas untuk mewajibkan. Karena orang-orang ini sering berhubungan dengan mereka yang rentan," kata Profesor Nicola.
Tidak menutup kemungkinan juga nanti Australia Selatan akan memberlakukan paspor vaksin bagi semua orang, seperti sebelum masuk ke salon atau layanan kecantikan.
Melihat ajakan untuk datang ke sesi informasi dalam bahasa Indonesia, saya tertarik datang untuk tahu apa yang paling ditanyakan warga di Australia Selatan soal vaksin COVID-19
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana