Rayon Sritex

Oleh: Dahlan Iskan

Rayon Sritex
Dahlan Iskan. Foto/ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

Juga bisa hakim menolak usulan kurator. Bisa tidak setuju dengan langkah kurator.

Maka pemerintah sebaiknya memerintahkan direksi bank-bank miliknya untuk mengajukan permintaan ke hakim pengawas. Yakni agar mendorong kurator memutuskan untuk menjalankan kembali perusahaan.

Soal siapa manajemen yang menjalankanmya, kurator bisa mencari ke mana-mana, bahkan diperbolehkan memilih manajemen lama. Hanya saja manajemen lama harus tunduk pada putusan kurator.

Sebenarnya dalam proses persidangan kepailitan, pemilik lama, dan manajemennya, pasti diberi kesempatan bersuara, khususnya mengenai niat baiknya untuk melunasi utang. Dari situ majelis hakim bisa menilai apakah niat baik tersebut masuk akal.

Dalam hal pabrik tekstil di Sukoharjo, Jawa Tengah, itu tidak ada masalah. Pesanan selalu penuh. Zara dan Uniqlo selalu mengorder ke Sritex.

Tantanganya hanya barang impor dari Tiongkok, khususnya impor gelap.

Seharusnya Sritex juga bisa lebih efisien. Kini Sritex punya pabrik rayon sendiri -bahan baku tekstil sintetis. Pabriknya masih baru: belum satu tahun beroperasi.

Memang pabrik rayon Sritex tidak sebesar milik IndoBharat, perusahaan India di Purwakarta itu. Pabrik rayon milik Sritex dua unit, sedangkan IndoBharat punya empat unit.

Kepentingan pemerintah di Sritex sebatas membela buruh yang jumlahnya mencapai 30.000 orang. Nasib buruh hanya bisa selamat kalau perusahaan kembali beroperasi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News