Razia Gabungan, Polisi Sita 13.143 Butir Obat Keras
Jumat, 22 September 2017 – 22:22 WIB

Obat keras. Foto: Radar Bogor/JPG
“Selain memperdagangkan obat secara ilegal, toko obat itu juga menyimpan obat-obatan kedaluwarsa dalam kemasan yang siap diperdagangkan setelah melalui proses pengolahan,” beber Amsyori.
Sementara itu, delapan toko lainnya, akan dilakukan pembinaan. Karena itu dia mengimbau masyarakat tidak membeli obat tanpa resep dokter. Begitu pula untuk para penjual obat, agar menjual obat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Obat-obatan itu termasuk dalam kategori obat keras yang harus melalui resep dokter guna menghindari over dosis yang berakibat pada kematian,” jelasnya.(kub/gob)
Puluhan ribu obat itu diperjualbelikan tanpa ijin dan tanpa resep dokter. Ada juga yang sudah kedaluwarsa.
Redaktur & Reporter : Yessy
BERITA TERKAIT
- Bea Cukai Palangkaraya & BBPOM Gagalkan Pengiriman Ratusan Butir Tramadol Tak Berizin
- 2 Anggota Perguruan Silat di Blitar Diciduk Polisi, Kasusnya Bikin Malu
- Polresta Bandung Gerebek Rumah di Bojongsoang, Sita Puluhan Ribu Obat Terlarang
- Polda Jawa Barat Gagalkan Peredaran 1 Juta Butir Obat Keras Ilegal
- Polisi Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal di Tasikmalaya, Omzet Miliaran Rupiah
- Puluhan Mak-Mak Gerebek Warung yang jadi Tempat Jual Obat Keras