Reaksi Warga Palestina Berkenaan Rencana Australia Pindahkan Kedutaan di Israel
Sementara pemerintah Israel menyambut baik komentar PM Morrison, reaksi dari dalam Israel tidaklah banyak.
Media Israel malah melaporkan pernyataan pemerintah Australia bahwa Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina di masa depan.
Mantan diplomat Israel Lior Weintraub, yang sekarang menjadi wakil presiden organisasi advokasi The Israel Project, mengatakan ini adalah masalah sensitif di Israel.
"Mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, saya kira adalah hal yang alami, dan menempatkan kedutaan - bila kita ingin menghindari kontroversi - di tempat dimana menurut perjanjian damai adalah bagian dari Israel, adalah pendekatan yang benar." kata Weintraub.
"Mengakui wilayah Barat dan Timur dan mulai berbicara mengenai perbatasan, ini masalah yang sensitif khususnya ketika proses perdamaian sedang mengalami jalan buntuk dan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung."
Israel meloloskan UU di tahun 1980 yang menyatakan bahwa seluruh kota Yerusalem adalah ibukota negara itu yang 'menyeluruh dan bersatu."
Hal tersebut dikecam oleh Dewan Keamanan PBB yang mengatakan hukum tersebut melanggar resolusi PBB sebelumnya.
- Upaya Bantu Petani Indonesia Atasi Perubahan Iklim Mendapat Penghargaan
- Dunia Hari Ini: Tanggapan Israel Soal Surat Perintah Penangkapan PM Netanyahu
- Dunia Hari Ini: Warga Thailand yang Dituduh Bunuh 14 Orang Dijatuhi Dihukum Mati
- Biaya Hidup di Australia Makin Mahal, Sejumlah Sekolah Berikan Sarapan Gratis
- Rencana Australia Membatasi Jumlah Pelajar Internasional Belum Tentu Terwujud di Tahun Depan
- Dunia Hari Ini: Konvoi Truk Bantuan Untuk Gaza Dijarah Kelompok Bersenjata