Rehabilitasi Bangunan Sekolah di Lombok Harus Prioritas

jpnn.com, LOMBOK - Ratusan anak-anak tampak berkumpul di bangunan berdinding bambu, beratap ijuk kelapa serta beralas tikar plastik. Bangunan yang berada di tanah lapang Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, itu adalah bangunan sekolah darurat pascaGempa di wilayah itu beberapa waktu lalu.
Mereka terpaksa berada di bangunan darurat karena tempat yang biasa mereka gunakan untuk belajar, roboh akibat gempa. Sambil menunggu gedung sekolah dibangun kembali, masyarakat dan relawan mendirikan bangunan darurat agar ratusan anak tetap bisa belajar.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari pimpinan MPR RI. Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar pada Jumat, 7 September 2018, berkunjung ke sekolah darurat itu. Kedatangan pria yang akrab dipanggil Cak Imin itu disambut dengan gembira oleh anak-anak dan masyarakat sekitar.
“Saya bersyukur bisa bertemu adik-adik semua,” ujar Cak Imin. “Kalian harus tetap semangat,” tambahnya.
Dirinya senang melihat anak-anak SDN 3 Sigar Penjalin itu tetap semangat meski tempat belajarnya serba terbatas. Ia berharap semua tetap semangat di tengah musibah gempa yang baru dialami.
“Ini ujian agar kita sabar,"tuturnya.
Kejadian yang dialami dikatakan sebagai ujian ketaqwaan. Dengan kondisi seperti itu, anak-anak akan mengalami rasa tak nyaman bila turun hujan.
Ratusan anak-anak berkumpul di bangunan berdinding bambu, beratap ijuk kelapa serta beralas tikar plastik. Itu adalah bangunan sekolah darurat pascaGempa Lombok
- 3 Juta Lulusan SMA/SMK Menganggur, Waka MPR: Berbagai Langkah Harus Segera Diambil
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak