REI Sebut Ada Perlambatan Pembangunan Rumah MBR

jpnn.com, JAKARTA - Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) menyebut pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melambat akibat pandemi Covid-19.
Ketua Umum REI Paulus Totok Lusida mengatakan sebelum pandemi pembangunan rumah MBR sudah mencapai angka 300 ribu unit.
"Tetapi karena ada pandemi, kami memang turunkan target, dan sampai dengan yang tahun ini kami sudah mencapai 150 ribu (rumah), jadi target 200 ribu (rumah) dalam 1-2 bulan ini akan terselesaikan," kata Totok dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Kamis (26/6).
Totok berharap ada penambahan target sejuta rumah dari pemerintah, khususnya untuk segmen MBR.
"Di luar itu kami juga memiliki program baru yaitu rent to own bagi para pekerja supaya mendekati lokasi perumahannya dengan industri atau kantornya sehingga karyawan atau buruh yang ada lebih efektif dan efisien," ungkap Totok.
Menurut Totok, pada awal 2022, REI menargetkan rumah MBR dan nonMBR yang terbangun adalah 200 ribu rumah sehingga totalnya menjadi 400 ribu.
Padahal sebelum pandemi Covid-19, ditargetkan pembangunan rumah MBR sebanyak 550-600 ribu unit.
"Kendala perumahan MBR selama ini adanya bankable (bagi MBR) dan BTN (Bank Tabungan Negara) sudah punya terobosan, termasuk BTN Syariah, sehingga Bapak Wapres menyampaikan harus ada kesiapan matang dahulu sebelum melanjutkan penggabungan ke BSI (Bank Syariah Indonesia) atau ke bank lain," tambah Totok.
REI menyebut pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melambat akibat pandemi Covid-19.
- BTN Bersama Insan Pers Berbagi Ratusan Sembako di Jabodetabek
- Jadi Bank Paling Terdepan, BTN Raih MSCI ESG Ratings AA
- Dukung Program 3 Juta Rumah, Bank Tanah Sediakan Lahan 33,116 Hektare
- Gelar RUPST, BTN Bagikan Dividen 25 % Hingga Setujui Akuisisi & Restrukturisasi BUS
- Menjelang Spin Off, BTN Syariah Panen Penghargaan
- Ikuti Jejak Anies, Pramono Gratiskan Pajak Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar