Rekaman Menteri Rini-Sofyan Ganggu Kepercayaan Pasar Modal?

Mamit mendorong banyak pihak untuk bisa mengungkap dan memperdengarkan rekaman itu secara utuh. Harapannya persepsi yang terlanjur liar selama ini, bisa diredam.
"Juga tidak membuat kegaduhan semakin panjang," lanjut Mamit.
Beruntung, sejauh ini Mamit belum menemukan persoalan ini berimbas pada kepercayaan pasar modal. Namun, bukan berarti bisa bernafas lega. Pemerintah harus bisa menjaga agar kasus ini tidak sampai menimbulkan gejolak besar.
"Sampai sekarang masih aman, dampaknya belum ada, dan diharapkan jangan sampai ke situ," ucap Mamit.
Sementara itu, Pengamat pasar modal Adler Haymans berharap Presiden Jokowi segera mencopot Rini dari posisinya sebagai menteri BUMN.
Menurut Adler, selama ini Rini lebih menunjukkan sisi kontroversialnya ketimbang kinerjanya. Antara lain kebiasaan Rini menggonta-ganti direksi BUMN. Dalam pandangan Adler, cara kerja Rini justru kontraproduktif bagi BUMN.
"Tidak ada yang cemerlang selama kepemimpinannya. Sebaiknya presiden mengevaluasi keberadaan Rini di kabinet," tandasnya.(JPC/jpnn)
Karena itu, Jokowi dan DPR diminta bisa segera bersikap terkait rekaman Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Sofyan Basir.
Redaktur & Reporter : Yessy
- Agenda Tahunan Investor Gathering 2025, Kumpulkan Donasi Infak Saham untuk Masyarakat
- Bela Danantara, Misbakhun Ajak Pelaku Pasar di Bursa Tetap Percaya Saham Himbara
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- IHSG Melemah Lagi, Pembatalan RUU TNI Bisa Meredakan Pasar
- Roadshow
- Tanggapi IHSG Turun, Profesor Andi Asrun: Gejala Sesaat dan Gorengan Spekulan Pasar Modal