Rekor Baru..Keliling Dunia Cuma 11 Hari, Menegangkan!

Dia juga harus berhadapan dengan suhu yang sangat dingin, yang sewaktu-waktu mencapai minus 35 derajat Celsius dan harus berurusan dengan lapisan es tebal yang menyelimuti gondola.
Dalam perjalanannya, Konyukhov juga sempat melintas dengan jarak pandang nol alias buta, ketika mendekati pantai Amerika Selatan saat malam tiba. Dia menemui salju dan es kristal saat ia terbang. Parahnya, turbulensi menyebabkan silinder propana saling menghancurkan satu sama lain.
Konyukhov, sebelumnya telah menaklukkan kutub utara dan selatan dalam sebuah penerbangan solo. Pria berusia 64 tahun ini juga sudah keliling dunia dengan perahu.
"Dia hanya berpikir itu akan menjadi hal yang benar-benar baik untuk dilakukan. Memecahkan rekor mungkin sebuah bonus yang bagus buat dia, namun tujuannya hanya untuk terbang di seluruh dunia," ujar Wallington. (adk/jpnn)
PETUALANG asal Rusia Fedor Konyukhov, Sabtu (23/7) kemarin, mengakhiri perjalanan, atau lebih tepat, penerbangannya mengelilingi dunia. Konyukhov
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar