Rencana Anies Meliburkan Sekolah selama Asian Games Disoal
jpnn.com, JAKARTA - Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan menolak rencana Gubernur Anies Baswedan meliburkan seluruh sekolah selama pelaksanaan Asian Games 2018.
Tigor menilai, sangat tidak tepat menempatkan masalah lalu lintas anak sekolah sebagai sumber kemacetan sehingga perlu diliburkan.
"Pertanyaannya, apakah memang benar proses belajar ke sekolah menjadi sebab utama kemacetan di Jakarta? Ingat, memecahkan masalah kemacetan sebenarnya tuntutan hak bagi warga dalam bertransportasi yang harus dipenuhi pemerintah," ujar Tigor di Jakarta, Kamis (19/4).
Menurut Tigor, pemerintah harusnya belajar dari China yang pernah menjadi tuan rumah Asian Games. Negara itu justru menjadikan momen Asian Games memperbaiki masalah kemacetan secara nasional.
Salah satu cara pengendalian yang dilakukan menaikkan tarif parkir hingga tiga kali dari sebelumnya. Kemudian membatasi ruang parkir bagi kendaraan bermotor pribadi.
"Untuk Indonesia sebenarnya bisa saja menjadikan Asian Games menjadi momen memperbaiki kemacetan Jakarta dan sekitarnya," ucapnya.
Tigor menilai, pemerintah bisa saja mengendalikan kendaraan pribadi agar tidak lewat pada koridor jalan di lokasi-lokasi Asian Games.
Dapat juga dilakukan dengan melarang dan menghapus parkir di badan jalan (on street) sebagaimana di atur oleh UU untuk meningkatkan kapasitas jalan.
Rencana Gubernur Anies Baswedan meliburkan seluruh sekolah selama pelaksanaan Asian Games 2018
- Ikuti Jejak Anies, Pramono Gratiskan Pajak Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar
- Fajar Alfian Minta Maaf Atas Ucapannya kepada Simpatisan Anies
- Tom Lembong Jalani Sidang Perdana, Istri Hingga Anies Memberikan Dukungan
- Gerakan Rakyat Bakal Jadi Parpol, Lalu Dukung Anies, Pengamat Ungkap Indikasinya
- Pram-Rano Buka Kemungkinan Lanjutkan Pembangunan ITF Sunter yang Digagas Anies
- Tahun ke-12, Nara Kreatif Meluluskan 778 Siswa, Anies Baswedan Beri Pesan Khusus