Rencana Australia Cabut Kewarganegaraan Teroris Dipertanyakan
"Kita baru saja mengalami dua peristiwa penting. Mengerikan melihat situasi di Bourke Street," kata Dutton kepada ABC.
"Saya kira prosesnya terlalu lama. Saya ingin ditangani lebih cepat. RUU kita itu sudah memadai. Kami akan mengajukannya ke parlemen," ujarnya.
Pimpinan komite parlemen dari faksi pemerintah dan wakilnya dari faksi oposisi mengeluarkan pernyataan bersama menolak desakan Mendagri tersebut.
Dorongan untuk mendeportasi orang asing yang dihukum karena kejahatan serius juga ditanggapi kritis oleh kalangan praktisi hukum.
Departemen Dalam Negeri menyatakan semua orang asing yang sedang ditahan dan ingin pulang ke negaranya, mereka akan dideportasi meskipun belum menghadapi persidangan di Australia.
Menanggapi hal itu, para jaksa negara bagian menyatakan keprihatinan mereka melalui surat yang ditujukan ke Depdagri.
"Seorang non-warga negara akan bisa menghindari peradilan pidana - pada setiap tahapan proses itu - hanya dengan meminta dideportasi..." demikian isi surat tersebut.
"Non-warga negara bisa saja ke Australia untuk tujuan khusus melakukan tindak pidana, sadar bahwa mereka akan kebal dari penuntutan dan konsekuensinya, dengan cara membuat permintaan deportasi," katanya.
- Upaya Bantu Petani Indonesia Atasi Perubahan Iklim Mendapat Penghargaan
- Dunia Hari Ini: Tanggapan Israel Soal Surat Perintah Penangkapan PM Netanyahu
- Dunia Hari Ini: Warga Thailand yang Dituduh Bunuh 14 Orang Dijatuhi Dihukum Mati
- Biaya Hidup di Australia Makin Mahal, Sejumlah Sekolah Berikan Sarapan Gratis
- Rencana Australia Membatasi Jumlah Pelajar Internasional Belum Tentu Terwujud di Tahun Depan
- Dunia Hari Ini: Konvoi Truk Bantuan Untuk Gaza Dijarah Kelompok Bersenjata