Rencana Garuda Terbang ke Cilacap Tergantung Pondok Cabe

jpnn.com - CILACAP - Masyarakat Cilacap dan sekitarnya sangat berharap berbagai maskapai melayani penerbangan di dari dan menuju Bandara Tunggul Wulung. Salah satu yang jadi harapan warga adalah masuknya maskapai Garuda Indonesia ke bandara di sebelah barat Cilacap itu.
Namun, harapan warga untuk bisa menikmati layanan Garuda dari dan menuju Cilacap belum bisa terwujud dalam waktu dekat ini. Sebab, maskapai BUMN itu masih menunggu kesiapan di Bandara Pondok Cabe di sebelah selatan Jakarta.
Kepala Tata Usaha Bandara Tunggul, Wulung Fajar Kristanto mengatakan, rencana Garuda itu masih tergantung pada persiapan di Pondok Cabe. Sebab, bandara milik Pertamina itu baru siap untuk umum pada akhir 2016. "Kita masih menunggu kesiapan di sana (Pondok Cabe, red)," ujarnya.
Menurutnya, akan ada berbagai tahapan sebelum Pondok Cabe jadi bandara yang melayani penerbangan komersial. Antara lain kelayakan, bisnis, teknis, hingga standar operasional bandara.
Saat ini maskapai komersial yang melayani rute Jakarta-Cilacap hanyalah Susi Air. Menurutnya, kisaran harga tiket berpatok dengan harga yang diberikan dari Susi Air.
Dia menyebut Bandara Tunggul Wulung dengan luas lahan sekitar 45 hektar, menjadi kandidat sebagai bandara komersial yang menjanjikan. "Tempat parkir pesawat juga sudah kita tambah hingga mampu menampung empat sampai lima berjenis ATR 72-600," imbuhnya.(rez/jpg/ara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Bioskop Dilarang Putar Film Saat Berbuka Puasa dan Tarawih, Panti Pijat Harus Tutup
- Lawan Arus, Pemuda Tewas Mengenaskan di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru
- Jam Kerja Pegawai di Pemprov Sumsel Akan Dipersingkat Selama Ramadan
- Menjelang Ramadan, Sekda Palembang Tinjau Harga Sembako di Pasar Tradisional
- AKBP Angga Imbau Warga Kuansing Tunda Mandi Balimau, Ada Apa?
- 5 Pabrik di Jawa Barat Gulung Tikar, Ribuan Pekerja Di-PHK