Renovasi Rumah
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
jpnn.com - Ada istilah baru: MAWA. Make America Wealthy Again. Itu diucapkan oleh Presiden Donald Trump di "pidato hari kemerdekaan" Amerika Serikat kemarin subuh WIB.
Waini MAGA seperti rumah yang punya kamar di lantai dua: MAWA. Itulah tujuan kebijakan Trump yang menghebohkan dunia. Tidak hanya untuk Make Amerika Great Again, tetapi juga kembali kaya.
Negara terkaya itu rupanya merasa sudah miskin. Dalam istilah Trump Amerika sudah seperti negara ketiga. Kalah oleh Tiongkok –yang dulu negara amat miskin. Tentu yang dimaksud adalah kemajuan infrastrukturnya.
Apakah pengenaan tarif baru bea masuk barang ke Amerika bisa membuatnya kembali menjadi negara paling kaya?
Itulah yang jadi perbincangan akademis. Awalnya ide Trump itu hanya dianggap gertak sambal. Tidak sampai membuat ada yang menghitung dampak terinci dari kebijakan itu. Namun dengan kepastian yang dilakukan Trump kemarin, seluruh dunia kini sibuk berhitung.
Dampak jangka pendek bagi Amerika, jelas: ibarat Anda merenovasi rumah. Anda akan merasakan suasana yang sangat tidak nyaman. Beberapa bagian rumah dirusak. Suara palu berdentang. Berisik gergaji mendenging. Kamar tidur Anda pun berdebu. Air kran bocor. Tanaman dan bunga ketimpa reruntuhan.
Kelak, setelah rumah Anda selesai direnovasi, barulah Anda terlihat lebih kaya: rumah lebih besar. Lebih bagus. Lebih nyaman.
Trump memang selalu membanggakan arus masuk investasi baru ke Amerika. Dari Hyundai, Honda, Apple, Chips, dari Taiwan dan banyak lagi. Bertriliun-triliun dolar.
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Prabowo Kirim Tim Lobi ke AS untuk Negosiasi Tarif Impor Donald Trump
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam