Republik Pecah! Korban Donald Trump Ingin Nyoblos Hillary

"Trump yang labil akan membahayakan kemakmuran dan keamanan nasional. Karakternya yang cenderung otoriter juga menjadi ancaman serius bagi bangsa ini,’’ papar Whitman. (afp/reuters/bbc/hep/c14/any/adk/jpnn)
Perpecahan Partai Republik
Yang Tak Dukung Donald Trump: Barbara Bush (mantan first lady AS), Jeb Bush (mantan gubernur Florida sekaligus kandidat capres 2016), William Cohen (mantan menteri pertahanan), Jeff Flake (senator Arizona), Lindsey Graham (senator South Carolina sekaligus kandidat capres 2016), Larry Hogan (gubernur Maryland), John Kasich (gubernur Ohio sekaligus kandidat capres 2016), Mark Kirk (senator Illinois), Mitt Romney (mantan gubernur Massachusetts dan kandidat capres 2012), Ileana Ros-Lehtinen (anggota Kongres AS dari Florida), Ben Sasse (senator Nebraska),
Yang Dukung Hillary Clinton: Richard Armitage (mantan wakil menteri luar negeri), Hank Paulson (mantan menteri keuangan), Brent Scowcroft (mantan penasihat keamanan nasional), Richard Hanna (anggota Kongres AS dari New York), Meg Whitman (donatur sekaligus penggalang dana untuk partai)
WASHINGTON - Meski Konvensi Nasional Partai Republik AS menetapkan Donald Trump sebagai calon presiden (capres) resmi, tidak semua petinggi partai
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang